Verifikator Temukan Dukungan DPD Fiktif

Oleh Tgl: June 28, 2013
KPU Bengkulu

Orangnya sudah meninggal tapi foto KTP-nya ditemukan mendukung salah satu calon DPD, atas nama Deby Aswari, informasi yang kami dapat orangnya sudah meninggal 4 bulan yang lalu

Heriandi Amin

BENGKULU, BE – Perbaikan dukungan 7 calon Dewan Perwakil Daerah (DPD) RI dimana 3 diantaranya balon yang langsung menuju tahapan verifikasi faktual dua,saat ini sudah memasuki hari kedua tahapan verifikasi faktual (Vertual) oleh tim verifikator KPU Kota Bengkulu, kemarin, Kamis (27/6/)ditemukan dukungan fiktif.

adalah milik Ir Ahmad Hamim Wicaksono MSc yang disampaikan oleh Ketua Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Sungai Serut, Heriandi Amin, usai melakukan pengawasan vertual karena Dari sampel dukungan ditemukan pendukung Ahmad Hamim Wicaksono atas nama Arita Susiana Dewi yang telah pindah alamat. Semulanya Arita Susuiana Dewi ini beralamat di Jalan Enggano kelurahan Pasar Bengkulu, setelah divertual ternyata yang bersangkutan tidak lagi berdomisili di wilayah tersebut, selain Arita ada juga Hadi Irawan warga RT 4 Kampung Kelawi yang tidak berdomisili lagi disana.

“kami menemukan sedikitnya 2 dukungan yang sudah pindah atau tidak berada ditempat. Dukungan tersebut tersebut miliki Ahmad Hamim Wicaksono,” ungkap Heri.

Yang lebih parah lagi Heri memaparkan hasil Vertualnya bahwa 1 dukungan Hamim telah meninggal dunia atas nama Deby Aswari yang beralamat di kelurahan Tanjung Agung, kecamatan Sungai Serut, Kota Bengkulu.

“Orangnya sudah meninggal tapi foto KTP-nya ditemukan mendukung salah satu calon DPD, atas nama Deby Aswari, informasi yang kami dapat orangnya sudah meninggal 4 bulan yang lalu,” katanya kepada awak media.

Sama halnya dengan Ahmad Hamim Wicaksono dukungan fiktif lainnya juga terdapat pada calon DPD yang lain yakni Muhammad Kosim dan wafa Abdullah.Selvi Marleni warga Tanjung Agung, kecamatan Sungai Serut, yang KTPnya dilampirkan sebagai pendukung A. Kosim ternyata saat di Vertual membantah telah memberikan dukungannya dan Wafa ynag pendukungnya tidak berada di tempat karena itu tim verifikator pun langsung mencatat sebagai temuan.

“satu lagi KTP yang saat verifikasi ternyata tidak mendukung, dukungan ini miliki Ahmad Kosim, kami juga menemukan pendukung Wafa Abdullah yang tidak berada ditempat”Ungkapnya.

semenatra itu Ir Sugiharto, Ketua Panwaslu Kota Bengkulu menyampaikan kemungkinan dukungan fiktif masih terus bergulir apalagi tahapan yang selesai pada 30 Juni ini baru dua hari dilakukan, kepada awak media Sugi menyesalkan karena berdasarkan undang-undang No. 8 tahun 2013 tentang pemilihan umum dan legislatif pendukung palsu atau fiktif itu dikurang 50 namun karena adanya Surat Edaran KPU no.315 verifikasi faktual dilapangan itu hanya dibuat MS dan TMS jika diketahui tidak mendukung, karena itu pihaknya sudah melaporkan ke Bawaslu.

“Aku beri tahu sama kalian ya, yang dukungan palsu atau ganda itu dikurangi 50 yang namanya dukungan palsu di Undang-undang itu jelas, Palsu ya palsukan, tapi ini dikaburkan dengan surat ederan itu, ini sudah kami sampaikan dengan Bawaslu, kalau dilapangan tetap MS dan TMS, umpannya kan dukungannya 2500 diambil 10 persen jadi 250 kalau semuanya 250 tidak mendukung dibuat TMS semua, masih bisa diterima dia menjadi balon, loloskan dia,”Ungkapnya kepada awak media(Cy*)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *