Rebut Penumpang, Organda Minta Dishub Tertibkan Ojek

Oleh Tgl: June 26, 2013
tukang ojek

BENGKULU,JB-Ketua organisasi angkutan darat (Organda) Maharyadi meminta kepada Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi Kota Bengkulu untuk menertibkan ojek.

Permintaan ini dilontarkan secara langsung pada saat rapat finalisasi kenaikan tarif angkot pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bengkulu, Rabu (26/6)kepada Ivansor selaku Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi Kota Bengkulu.

Mengenai permintaanya Mahar memiliki alasan bahwasanya ojek-ojek yang ada banyak mengambil jatah penumpang angkutan dan hal ini menyebabkan pendapatan supir angkot yang notabenenya bukan kendaraan milik sendiri ini.

“Kami meminta kepada pemerintah supaya ojek ditertibkan,mereka itu langsung ajo ngambil jatah untuk angkot, tenggoklah dipasar pagi itu dak kebagian lagi kami pecak pedagang ajo lagi nyo,Kasianlah nenggok tukang angkot,”Pintanya.

Mahar menyampaikan bahwa setiap orang berhak mencari penghasilan dan rezeki masing-masing namun harus berbagi karena orangain juga butuh pendapatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya karena itu dirinya selaku ketua organda tidak melarang adanya ojek namun harus tertib.

“Kami tidak melarang silahkan ada ojek, cuman jangan menyerobot, Mau cari lima puluh ribu pak susah nean,”jelasnya.

diperdalam mahar andaikata ojek tidak ditertibkan maka bukan tidak mungkin lama kelamaan angkot akan hilang seperti Kota LubukLinggau dan Curup yang bisa menyebabkan cerminan Provinsi Bengkulu juga ikutan hilang.

“Saya minta sekali lagi pak, Tolong ditertibkan, jangan sampai seperti Kota Lubuklinggau dan Curup yang sudah tidak ada lagi angkot, Kalau angkot ini habis maka tidak lagi cermin kita di Provinsi Bengkulu ini,”Kata Mahar.

Tanggapi permintaan Mahar, Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi Kota Bengkulu Ivansori menyampaikan belum bisa menertibkan karena tidak ada aturan untuk menertibkan tuang ojek dan lagi ada beberapa pos ojek yang berperan.

“Kita belum bisa, kalau nak merazia susah karena belum ada aturannya, Kita nak razia, kelak salah tangkap, tahu-tahu lagi jalan samo metenya,Ini PR kami dengan pihak LAJ,”Ungkapnya ketika diminta Mahar menertibkan Ojek.

Ivan menambahkan jika dilihat dari peminat angkot, Ivan menyampaikan ojek belum terlalu parah, namun dirinya akan mengusahakan untuk mengusulkan Perda jalan khusus untuk ojek.

“jadi memang belum terlalu parah ya, ada memang beberapa pos ojek yang memang lebih berperan ya, nah ini memang kayak seperti di pasar Minggu memang sudah banyak ojek ya, tapi mereka juga masih banyak penumpangnya belum terlalu meresahkan tetapi kedepan akan kita usahakan perdanya ojek itu melalui jalan-jalan khusus,”Ujarnya kepada awak media yang bertanya.(Cy*)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *