Pemprov Sisakan APBD 2012 Rp 241 Miliar

Oleh Tgl: June 25, 2013
DPRD

Sampai saat ini masih menjadi pertanyaan sehingga perlu diklarifikasi, Mohon penjelasan faktor apa saja yang membuat terjadinya Silpa hingga sampai Rp 241,4 miliar. ada dua opsi Apa memang karena penghematan atau karena SKPD malas ?.

Budy Darmawansyah

BENGKULU– Menanggapi LKPD Gubernur H Junaidi Hamsyah yang melaporkan dalam Paripurna DPRD Provinsi bahwa sisa anggaran APBD 2012 (Silpa) mencapai Rp 241,4 miliar dari total APBD Provinsi Rp 1,5 M, internal dewan menuai kecurigaan dan pertanyaan pasalnya pasalnya Sisa anggaran tersebut dinilai sangat tinggi dan tidak terserap untuk masyarakat.

Terdapat Enam Fraksi antara lain Fraksi Golkar, Fraksi Demokrat, Fraksi PKS, Fraksi PAN, Fraksi Perjuangan Rakyat (FPR) dan Fraksi Raflesia Bersatu (FRB) di DPRD Provinsi yang mempertanyakan Silpa senilai Rp 241 miliar pada APBD 2012 tersebut menurut mereka adanya Sisa anggaran masyarakat kurang efektif untuk masyarakat selain masyarakat tidak bias menikmati akan menghambat pembangunan karena tidak terserap dengan baik.

Ketua Fraksi Golkar Budy Darmawansyah, Selasa (25/7) misalnya yang miminta kejelasan factor-faktor apa saja yang membuat terjadinya Silpa hingga Rp 241,4 miliar.

“Sampai saat ini masih menjadi pertanyaan sehingga perlu diklarifikasi, Mohon penjelasan faktor apa saja yang membuat terjadinya Silpa hingga sampai Rp 241,4 miliar. ada dua opsi Apa memang karena penghematan atau karena SKPD malas ?. karena anggaran yang besar seharusnya masyarakatnya merasakannya. Tetapi kalau tidak terserap, masyarakat yang dirugikan” Ungkapnya.

Sisa APBD tersebut merupakan gabungan dari sisa belanja yang dianggarkan sebesar Rp 1,75 triliun dengan realisasi Rp 1,51 triliun atau 86,49 persen. perhitungan APBD tahun anggaran 2012 tersebut yakni saldo RSUD M Yunus sebesar Rp 1,22 miliar, saldo RSJKO sebesar Rp 681 juta. Hal tersebut juga ditambah utang bagi hasil pajak kepada pemerintah kabupaten dan kota tahun anggaran 2012 dan utang ke pihak ketiga sebesar Rp 35,1 miliar.

Dia mengatakan dengan Silpa yang sangat tinggi tersebut masyarakat menjadi tidak bisa menikmati program yang sudah mendapatkan anggaran. Sehingga perlu dievaluasi dengan benar agar dapat diketahui pokok persoalannya. “Kalau anggaran yang besar seharusnya masyarakatnya merasakannya. Tetapi kalau tidak terserap, masyarakat yang dirugikan,” tuturnya.

sementara itu, Fraksi Golkar mengusulkan agar Silpa tersebut dialokasikan untuk anggaran persiapan pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) 2014, dimana Bengkulu sebagai tuan rumah harus merencanakan dengan matang. “Fraksi Golkar mendukung dilaksanakannya HPN 2014 di Bengkulu. Agar terlaksana dengan baik, Fraksi Golkar mengusulkan HPN menggunakan sisa anggaran tersebut,” katanya.

Hal senada diungkapkan fraksi lainnya, yang meminta penjelasan mengenai Silpa 2012 yang dinilai terlalu besar. “Apakah ada program yang tidak dilaksanakan,” kata jubir Fraksi Demokrat Muharamin.

Hal tersebut menanggapi LKPD Gubernur H Junaidi Hamsyah melaporkan dalam Paripurna DPRD Provinsi, bahwa sisa anggaran APBD 2012 (Silpa) mencapai Rp 241,4 miliar dari total APBD Provinsi Rp 1,5 M. Dia mengungkapkan, adanya sisa tersebut merupakan upaya sungguh-sungguh dari aparatur untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan prinsip kehati-hatian. “Sehingga terjadi sisa anggaran Rp 241,4 miliar,” katanya.

Meskipun menuai banyak pertanyaan namun pendapatan daerah pada tahun 2012 meningkat hingga 33,89 persen dari pendapatan pada tahun anggaran 2011.(Cy*)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *