KPI Minta KPU Alokasikan Keterwakilan Perempuan

Oleh Tgl: June 18, 2013
mail.google.com

BENGKULU,JB- Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Bengkulu dan gabungannya menemui komisioner KPU Provinsi Bengkulu, Selasa (18/6).

Perangkat dan anggota KPI yang datang berjumlah 10 orang ini disambut oleh lima komisioner KPU Provinsi Irwan Syaputra, Siti Baroroh, Aries Munandar, Zainam Sagiman, dan Eko sugianto di Lobbi Hotel Santika yang kebetulan sedang melakukakan Fit dan profer tes calon KPU Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Bengkulu Utara.

Irna Riza Selaku Sekretaris KPI wilayah Bengkulu menyampaikan bahwa tujuan kedatangannya dan rekan untuk mendorong keberadaan perempuan yang selama ini selalu di tinggal dibelakang.

“Beri kesempatan yang sama, selama ini perempuan banyak gag pede, kita bantu mendorong, karena Sejarah menyatakan pihak perempuan tidak bisa diwakilkan dengan laki-laki, dan demokrasi tidak bisa berjalan tanpa perempuan, suara perempuan harus diwakilkan, kita tidak mementingkan jumlah perempuannya tetapi kita minta harus ada perempuan,”Ungkapnya

“Ya sebenarnya inikan berbarengan dengan komisioner Melakukan fit dan proper tes, kita Mendorong perempuan, sebenarnya kita sedih akan kenyataan ini,Ternyata perempuan yang mendaftar hanya sedikit, kita minta ada dari perempuan yang menjadi komisioner namun tetap yang perempuan yang baik, memiliki kredibilitas dan BerKualitas,”Ujar Widi Yuliastuti Ketua Jaringan Perempuan Peduli Bengkulu (JPPB).

Selain Irna dan Widi hadir juga Titik dari KPI, Zumratul dari yayasan Bhineka Tunggal Ika, dan dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Bengkulu serta lima orang dari KPI lainnya. Titik mengungkapkan bahwa keberadaan perempuan sangat berpengaruh dalam hal pengambilan keputusan.

“Ada atau tidaknya perempuan menjadi komisoner akan menyumbangkan indeks pertumbuhan manusia dan kemajuan perempuan indonesia, saya kira kontribusi perempuan sangat berpengaruh dalam pengambilan keputusan,”Ujar Titik yang juga aktif mengajar di Universitas Bengkulu ini.

Juru bicara Komisioner KPU Provinsi Bengkulu Zainam Sagiman mengungkapkan meskipun KPI memohon kepada KPU namun pihak komioner akan tetap mempertimbangkan keahlian dan kapasitas perempuan, karena menurut nya jika perempuan yang terpilih tidak memiliki kemampuan maka akan menjadi sia-sia dan tidak berdaya guna bagi KPU.

“Ya kita loloskan perempuan tergantung dari syaratnya, kalau gag bisa apa-apa gag bisa juga kita loloskan, karena yang menggunakan itu KPU bukan KPI, yang jelas dia harus mampu secara personil dan kami tidak membedakan jenis kelamin, itu aja,”Ungkapnya.(Cy*)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *