Gratifikasi, Ketua DPRD Seluma Ditahan KPK

Oleh Tgl: June 22, 2013
Zaryana-Rait

Jakarta,JB-Berita buruk untuk Kabupaten Seluma pasalnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan upaya penahanan terhadap salah satu tersangka dugaan korupsi pelaksanaan pembuatan rencana Perda di Kabupaten Seluma, Bengkulu atas nama Zaryana Rait (ZR). Zaryana merupakan Ketua DPRD Seluma periode 2009-2014.

Juru Bicara KPK Johan Budi SP di Jakarta, Jumat (21/6) mengatakan, Zaryana diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 5 atau Pasal 11 uu 31/99 sebagaimana diubah UU 20/2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dan Penahanan dilakukan untuk 20 hari ke depan.

“Diduga ikut menerima suap,Tersangka dilakukan penahanan di rutan kelas 1 Jaktim cabang KPK yang berada di Detasemen Polisi Militer (Denpom) Guntur Kodam Jaya,” kata Johan

Sementara itu, Johan menambahkan terdapat pemeriksaan tersangka lainnya yakni Pirin Wibisono (PW). Pirin juga ditetapkan tersangka lantaran diduga ikut menerima suap.

“Seharusnya juga ada pemeriksaan tersangka PW anggota DPRD kabupaten Seluma tapi sampai sore ini belum datang, belum ada konfirmasi mengenai ketidakhadiran yang bersangkutan,” ujarnya.

Diketahui, penyidik telah menemukan dari hasil pengembangan kasus terkait dengan dugaan penerimaan hadiah atau janji yaitu atas nama Zaryana, Jonaidi Syahri, Muchlis Tohir, dan Pirin Wibisono.

Zaryana merupakan Ketua DPRD Kabupaten Seluma, Jonaidi Wakil Ketua DPRD, Muchlis Wakil Ketua DPRD dan Pirin anggota DPRD Seluma. Keempat orang itu dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau b, atau Pasal 5 ayat 2 atau Pasal 11 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Kasus ini terkait dengan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Seluma 2010. Waktu itu, Pemerintah Kabupaten Seluma menyusun Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2010 tentang peningkatan dana proyek infrastruktur dan peningkatan jalan selama lima tahun.

Bupati Seluma, Murmar Effendy, diduga memberikan cek pelawat terhadap 30 anggota DPRD Seluma. Cek itu masing-masing berisi Rp 100 juta diduga untuk meloloskan peraturan daerah tersebut. Murmar telah ditahan dan divonis selama dua tahun penjara.

KPK juga menetapkan tersangka Direktur Operasional PT Puguk Sakti Permai (PSP), Ali Amra. Dia diduga ikut berperan membantu penyuapan tersebut.





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *