Raperda Mulok Iqra Ditolak Fraksi Perjuangan Rakyat

Oleh Tgl: May 29, 2013
2

Lebih baik Raperda tersebut dibatalkan, jika menimbulkan diskriminasi Kita tidak ingin ada kesenjangan

Khairul Anwar

BENGKULU – Karena dinilai hanya untuk kepentingan agama tertentu saja, Raperda muatan lokal (Mulok) Iqra ditolak oleh Fraksi Perjuangan Rakyat (FPR) DPRD Provinsi .

Anggota Fraksi Perjuangan Rakyat Fatrolazi, Selasa (28/5) mengungkapkan Raperda muatan lokal Iqra yang diajukan oleh Komisi IV DPRD Provinsi untuk meningkatkan karakter dinilai hanya focus pada satu agama sedangkan agama lain tidak terakomodir dalam Raperda tersebut, sehingga menimbulkan diskriminasi dalam beragama.

“Saya tidak setuju karena Karena menciptakan kesenjangan antar agama dan Ini akan menimbulkan diskriminasi, coba kita pikirkan hanya untuk satu agama yang diperharikan yaitu agama islam padahal kita asasnya bhineka tunggal ika dan menjaga kerukunan beragama maka fraksi perjuangan rakyat menolak. Terlebih bertentangan dengan Undang-undang No 20 tahun 2003,” Ungkapnya.

Senada dengan Fatrolazi, Ketua Fraksi Perjuangan Rakyat Khairul Anwar mengusulkan raperda itu dibatalkan agar tidak menimbulkan persoalan.

“Lebih baik Raperda tersebut dibatalkan, jika menimbulkan diskriminasi Kita tidak ingin ada kesenjangan,” katanya.

Meski Fraksi perjuangan rakyat menolak raperda tersebut, tetapi lima fraksi lainnya yaitu Fraksi Golkar, Fraksi Demokrat, Fraksi PKS, dan Fraksi PAN menerima usulan raperda tersebut. Sehingga usulan Raperda tersebut tetap dilanjutkan dibahas, dengan telah mengganti nama Raperda menjadi pendidikan berkarakter berbasis agama dan budaya, serta muatan lokal.

Anggota Komisi IV Rahimandani mengatakan Raperda muatan lokal Iqra tersebut bertujuan untuk meningkatkan pendidikan berkarakter, berbasis agama, budaya dan muatan local dan bias dikkomunikasikan apa persoalan yang menjadi terhambatnya raperda tersebut.

“Kalau masalahnya soal nama Raperda, maka tidak masalah kita ganti dengan Raperda pendidikan berkarakter berbasis agama, budaya dan Nanti ini mencakup semua aspek, tidak hanya masalah pendidikan berkarakter saja tetapi muatan lokal speerti penanggulangan bencana,” katanya.(Cy*)





Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *